Remaja dan Depresi

Seminar HUT BandRa
10 Agustus 2021
Pukul 19.30

Assalamualaikum, punten, kulo nuwuun. Kalian apa kabar? Semoga makin cantik dan ganteng, makin cerdas dan dermawan, yaa. 

Buat yang baru pertama ketemu, kenalkan ...  nama: Veradina. Ibu dari tiga gadis manis; sulung 19 tahun, 13 tahun dan 8 tahun. Ibu rumah tangga, yang seumur ini masih punya cita2 ingin jadi konselor profesional. Yang mau add fb, ingat yang Vera Dina Rahmawati aja! Yang Veradina Rahmawati sudah full.

Jadi umurnya berapa, My? 

Yaa, pokoe pantes buat jadi mertua kalian, hehehe. Yang mau daftar, silakan ngantri, ya! Duh 😂

Anak2 Sajak Senja usia2 SMA biasanya manggil Mommy atau Ummi, yang udah kerja biasanya manggil Kakak atau Uni. Asal jangan manggil Bunda atau Emak, jangan juga manggil Mbak ... ga cocok!

Selanjutnya, Mom mau ucapkan makasih banget buat founder dan admin Sajak Sejak Bandung, yang sudah memberi kesempatan Mom hadir di rangkaian acara HUT SS Bandung Raya. Materi yang klean berikan ga main-main, Remaja dan Depresi! Beneran materi serius ini, mah. Panjang lagi 🤦‍♀

Semoga penjelasan Mommy ga melenceng, dan sesuai persepsi serta keinginan admin.

Mom bagi diskusi kita jadi 2 sessi, ya. Mom ambil teori dari berbagai literatur, tapi kemudian mencoba menyampaikannya dengan bahasa awam, supaya kita mudah paham, Ok?!

Karena judul kita "Remaja dan Depresi", maka pembahasan dibatasi seputar usia remaja aja, yaaa.

Remaja: awal (13-15), pertengahan (15-18) dan akhir (18-21). Yang usianya di bawah atau di atas itu ... kita japrian aja, Ok?! Hehe.

Mari kita awali dengan pembahasan tentang tugas perkembangan. 

Apa itu tugas perkembangan?

Tugas perkembangan adalah tugas yang harus muncul pada periode tertentu dari kehidupan seseorang. Jika berhasil dilewati, akan memberikan efek baik pada perkembangan selanjutnya. Jika tidak, dapat menimbulkan rasa tidak bahagia dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya.

Contoh:
Bayi di atas 4 bulan masuk ke fase oral, di mana dia banyak mengenal sesuatu atau mengeksplore lingkungannya dengan oral. Untuk itu kita sering lihat bayi memasukkan sesuatu ke mulutnya. Seringkali orangtua dengan alasan higienis, mengganti perilaku itu dengan memberi "empeng". 

Nah, memasukkan sesuatu ke mulut adalah tugas perkembangan, jika hal tersebut berjalan mulus, sang bayi akan berkembang normal.

Jika masa tersebut tidak mulus, ke depannya si bayi bisa tumbuh menjadi sosok yang mudah gugup, tidak PD, dll. Ditandai dengan suka menggigit kuku, memainkan bibir, dll.

Tapi, memberikan empeng juga bukan salah satu stimulus pendukung yang baik, karena bisa memberikan efek candu. Bisa jadi, pada saat harusnya masa itu sudah lewat, bayi malah tak mampu melepaskan diri dari empengnya.

Paham, ya?
Mom anggap paham ajahlah 😄

Ok, kita masuk ke ... apa saja tugas perkembangan remaja?

Tugas perkembangan remaja (awal 13-15/ mengenal, pertengahan 15-18/ mempelajari, akhir 18-21/ menerima dan atau melakukan)

1. Mampu menerima keadaan diri sendiri (fisik, sosial ekonomi, kondisi keluarga, lingkungan, dll)
- sudah tak masalah dengan hidung pesek, kulit gelap, rambut kriwil, pendek, dll
- bisa menerima status sosial dan kondisi ekonomi keluarga
- mampu berpikir positif dengan apa yang Tuhan tetapkan 

2. Memahami peran sesuai gender, dan mampu membuat hubungan baru yang normal dengan teman sebaya (dengan kedua jenis gender)
- Ikhlas terhadap jenis kelamin yang Allah tetapkan
- Tahu perbedaan fungsi gender dan tugas2 yang biasa dibebankan
- Tidak anti pada salah satu gender
- Bisa berkomunikasi normal dengan teman sebaya dari kedua jenis gender

3. Mengembangkan kemandirian, termasuk mendapat kebebasan emosional dari orang tua atau orang dewasa lannya
- Mengatur jadwal sendiri
- Sudah tahu apa yang disuka dan yang tidak
- Mengurus keperluan pribadi 
- Mampu mengontrol emosi

4. Mengembangkan tanggung jawab pribadi dan sosial
- Disiplin dalam tugas di rumah dan sekolah
- Paham situasi dan kondisi
- Paham tugas sebagai makhluk sosial

5. Menginternalisasikan nilai2 etika dan moral (secara umum dan khusus)
- Mampu bersikap sesuai kondisi
- Menghargai kepemilikan publik
- Penghargaan terhadap hak asasi orang lain
- Mampu menampilkan perilaku bermoral

Jadi ... buat kalian yang usia 13-15, kalian mulai mengenal hal2 tersebut di atas, mungkin ada yang galau, ga terima, merasa tak adil. Pertentangan itu terus terjadi di usia ini, tapi dengan kemampuan berpikir yang semakin matang kalian berusaha mencari informasi untuk menguatkan diri kalian sendiri. 

Buat yang usia 15-18, kalian mulai mempelajari bahwa bukan klean aja yang galau, bukan klean aja yang ga PD atau merasa diperlakukan tidak adil. Lalu informasi yang klean dapat memberi banyak masukan positif buat klean.

Di usia 18-21, klean sudah bisa menerima dan bersiap melalui tugas2 perkembangan tersebut dengan sukses.

Sessi 1 selesai. Ada yang mau bertanya soal tugas perkembangan? Mom kasih waktu 3 menit untuk menuliskan pertanyaan ...

😍😍😍

*****

Ok, sekarang kita bicara tentang "Depresi", apa itu depresi?

Sedih, stress, anxiety, depresi ... pernah dengar semua? Apa bedanya?

Sedih? Merasa pilu hati, mau menangis, bisa karena sesuatu atau tidak tahu karena apa

Stress? Merasa tertekan, biasanya oleh sebuah kondisi (mau ujian, macet, tuntutan keluarga, dll), dalam situasi normal stress dibutuhkan untuk membangun pribadi sehat

Anxiety? Merasa cemas karena sesuatu yang belum terjadi dan tidak bisa memprediksi, jika berlebihan bisa menjadi penyakit mental

Depresi? Sedih yang mendalam tanpa alasan yang jelas (atau bisa jadi karena stres atau anxiety berkepanjangan), terjadi dalam kurun waktu dua pekan dan cenderung tidak mengalami perubahan serta mengubah perilaku normal, merupakan gangguan mental, dan bisa menjadi penyebab gangguan jiwa

Jadi ....
Jangan mudah meng-claim diri depresi ya! Ingat setiap perkataan yang ditujukan pada diri, mempengaruhi siklus cairan otak.

Penyebab depresi?

1. Stres atau anxiety yang terus menerus dan  tidak bisa ditanggulangi
- jika diawali dari stres, segera selesaikan hal penyebab stres
- jika diawali dari terjadinya anxiety, googling hal2 terkait tentang apa yang kamu cemaskan, cari orang yang kamu anggap lebih paham, sharing dan minta dikuatkan

2. Tidak jelas, tidak ada, "pokoknya ga mood, bawaannya sedih, tertekan"
- ada sebuah hadist mengatakan, "Jika kau merasa tertekan atau sedih tanpa sebab, itu tanda-tandanya penurunan iman." Jika ada yang merasa begini, silakan ibadah dan ikhlasnya diperbaiki
- tapi Mom tak mau stuck di penurunan iman, karena penyebab sedih dan tertekan tanpa sebab, bisa terjadi karena faktor "tidak terselesaikannya tugas perkembangan di masa sebelumnya dengan baik"
- jika kamu merasa ada tugas perkembangan yang belum selesai, silakan selesaikan! Bisa dengan kembali atau mengikhlaskannya

---> Begitu penting menyelesaikan tugas perkembangan, karena mempengaruhi dirimu di masa kini dan akan datang

---> Jika kamu merasakan ada hal aneh pada dirimu, kilas balik ke belakang, adakah tugas perkembanganmu yang tidak selesai?

---> Untuk menjadi remaja sehat dan sukses menyelesaikan tugas perkembanganmu, perhatikan tugas perkembangan di masa kanak2mu ... sudah sukseskah?

Oke pertanyaan sessi 2, silakan buka grup 3 menit 😍

Clossing statement:

Ingat, Allah menciptakan manusia menjadi makhluk paling sempurna. Allah beri hati dan otak untuk mensinergikan perasaan dan pikiran. Dengan keduanya, kamu bisa memilih jalan hidupmu menjadi lebih baik.

Orang lain dan masalah bisa membuatmu tertekan, tapi hati dan otakmu bisa memilih untuk mengabaikan. 

Paksa pikiranmu untuk selalu positif, sugesti dengan sering2 merapalkan kalimat2 motivasi. Paksa perasaanmu untuk selalu mengikhlaskan, sugesti dengan sering2 memikirkan bahwa kamu hanya seorang hamba.

Ok, itu aja yang bisa Mom sampaikan, semoga bermanfaat. Kalau ada yang salah Mom mohon maaf, mohon ampun pada Allah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mom kembalikan ke Nengmod


0 Response to "Remaja dan Depresi"

Post a Comment

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel