ANAKKU DISARANKAN MASUK SLB
ANAKKU DI SARANKAN MASUK SLB...???
Kemarin, Jum'at 4 Desember 2009
Seorang teman menelphoneku "mbak... anak tetanggaku d sarankan masuk SLB"... "kenapa? apa dia down syndrome?" jawab sy, dgn tegas teman td menjawa TIDAK... "kalau down syndrome kan kelihatan dr wajahnya, ini wajhnya biasa2 aj kok...sy katakan " kalau gitu ajak dia ke sekolah LEBAH, observasi 1 hari dan biar guru2 juga bisa mngobservasi dia"...
Sebut saja namanya Gadis, usianya 9th kls 3 d SD negri, 2 kali tdk naik kelas dan diprediksi tidak naik lagi th ajaran ini... untuk menjaga nama baik Gadis sang guru menyarankan agar Gadis pindah sekolah, di sarankan Gadis masuk SLB karena memiliki daya tangkap yang lemah dan kemampuan yang minim...
Kendala Gadis yg pd saat itu msh belajar d sekolah di selesaikan bundanya dgn menjemput dan meminta izin membawa Gadis (yang pd akhirnya sy ketahui sdh mengikuti tes IQ dgn nilai 67 dan d sarankan untuk menemui dokter ahli syaraf)
Pukul 10.15 Gadis dan bundanya hadir di hadapan saya, dengan menangis sang bunda menceritakan pengalamannya, kesedihannya, keprihatinannya..."masa anak saya di sarankan msk SLB bu..." untuk menjaga hati Gadis saya tidak berkata ap2...
Gadis... wajahnya manis, walaupun kulitnya hitam tapi bersih. "Namanya siapa?" sapa sy lembut... Gadis tidak menjawab hanya tersenyum malu dan menundukkan pandangannya... sebuah ekspresi yg tdk mungkin d perlihatkan oleh anak2 down syndrome...!!!
"Gadis, kita lihat tmn2 Gadis d kelompok SD2 yuk..." tanpa menunggu jwbnya saya ajak dia mencari kelompok SD2 yg pada saat itu berada d sentra Al Qur'an dan Syariah sdg melakukan kegiatan tahfidz... "Assalamu'alaikum... b' Najma dan tmn2, kita kedatangan tamu... namanya Gadis" dengan antusias b' Najma menjawab "Wa'alaikumsalam... saya b' Najma ini teman2 dr kelompok SD2, Gadis mau bergabung dengan kami??? silahkan..."
Gadis tdk menjawab namun meraih uluran tangan b'Najma... kemudian 1 per1 memperhatikan tmnnya... "Gadis boleh melihat kegiatan d sini, kalau Gadis blm siap gabung, Gadis boleh melihat saja..." kata saya, Gadis ttp tdk menjawab hanya tangannya makin erat menggenggam tangan saya...
Tiba2 Gadis menarik saya keluar dari sentra, ketika badan saya sdh setengah d luar perlahan saya bicara "Syifa panggil namanya...!" Syifa, salah satu siswi kelompok SD2, bereaksi spontan "Gadis mau bergabung dgn kami?"
Gadis makn kuat menarik tangan saya (saat itu sy tdk melihat ekspresi wjhnya) cpt saya katakan "Syifa, pegang tangannya... trus ajak" Cepat Syifa berdiri, bersamaan dgn Icha, slh satu siswi kelompok SD2 yg lain... keduanya dgn lembut memegang tangan Gadis dan mengajaknya masuk "Yuk Gadis, bergabung sama kami"... tidak ada perlawanan, perlahan langkah Gadis memasuki sentra Al Qur'an dan Syariah
Sy kembali k ruang admin, sang bunda msh duduk terpekur... sy pun duduk... dgn linangan airmata sang bunda meneruskan ceritanya, semua di akhiri dgn pernyataan "masa anak sy d sarankan masuk SLB bu, siapa yg g sedih... anak yg sy lahirkan normal di vonis bodoh, IQ jongkok dan hrs msk SLB... anak sy blh sekolah d sini bu...???"
"Semua anak bisa sekolah di sini bu, penerimaan kami hanya d batasi oleh cacat visik dan kondisi down syndrome, itupun bkn krn kami tdk mau... tp krn kami sadar kami tdk memiliki kemampuan dan sarana yg memadai untuk mendidik anak2 dgn kebutuhan khusus seperti itu...
Tanpa sadar 1jam sdh kami bicara, kemudian sy ajak bunda Gadis mencari Gadis dan kelompoknya. Ternyata mrk ada d sentra seni dan kreatifitas, tampak dr luar Gadis sdg konsentrasi dgn sesuatu yg dia dan tmn2nya kerjakan d lantai... (byk aktifitas sekolah LEBAH yg d kerjakan d lantai)... sy ajak bunda Gadis untuk duduk d dpn sentra seni dan kreatifitas...
Sekitar pukul 11.45, bbrp siswa-siswi dr klmpk SD3 dtg membawa papan pembatas (ukuran 1x1mtr, tegak dgn kaki) kemudian meletakkannya d tengah ruangan bermain... kemudian menggelar karpet2 hijau (yg warnanya sdh lusuh krn sdh 4th tdk d ganti, biasa... kendala dana...) "Khusus hari Jum'at kami mengadakan latihan sholat jum'at bu... khatibnya dr siswa sendiri, kendala krn tdk ada guru laki-laki kami sulit mengajak siswa untuk sholat Jum'at d mesjid" urai saya menjelaskan tanpa d minta...
Tidak lama, Gadis dan tmn2nya lewat, wajahnya sdh basah wudhu... samar-samar kami mendengar pembicaraan mrk "tidak ap2 tdk membawa alat sholat... kan bisa pinjam sama b' Iti". Kami ikuti mrk, msk k sentra keluarga dan sosial, Syifa mengambil sesuatu dari rak dan memberikannya k Gadis, sebuah sarung... "yuk, aku bantu..." kata Syifa
BUNDA...
Brp byk lg, buah hati kita yg akan mengalami kejadian spt Gadis... hanya krn ketidak tahuan kita, kepasrahan kita pd opini luar, kemalasan kita membaca... mencari tau...
Kalau kemudian byk anak yg lahir normal kemudian krn kondisi hrs menanggung keputusan publik menjadi BODOH, IDIOT, IQ JONGKOK (ALLAH yg menciptakannya pun tdk pernah melekatkan itu pd dirinya)... dan akhirnya kemudian hanya mjd warga kelas 2, itupun msh lebih baik drpd menjadi beban masyarakat... Bgmn nasib umat ini??? Agama ini???
Anak sy usia 7th, sekarang kls 3SD
waktu d TKB (usianya 5th) sy katakan pd gurunya "kalau NADA g bisa msk SD dan hrs mengulang d TKB g masalah kok bu..." gurunya bicara "tp bdn NADA sdh bsr sekali bu, kalau d satukan dgn TKB yg sekarang kasian NADA... gmana kalau kita coba???"
NADA, anak sy masuk SD d usia 5th... membaca tidak lancar, selalu terbalik ketika menuliskan angka 3, 4 dan 7, selalu sulit membedakan antara b dan d, p dan q, menuliskan "IBU" dgn "UBI... serta menuliskan namanya dgn posisi A-D-A-N (dgn posisi hurufnyapun terbalik)...
lalu inikah yg dikatakan idiot...
Kalau NADA idiot, siswi dgn usia plg muda... NADA tdk akan pernah meraih juara 1 d semester 2 kelas 2..!!
Taukah bunda...
EINSTEIN pun mengalami hal yang sama... dia d usir dr kelasnya krn d anggap idiot...
BILL CLINTON pun selalu terbalik dlm menuliskan kata2...
Kalau kemudian mereka bisa jadi org besar... kenapa anak kita tidak???
Seorang teman menelphoneku "mbak... anak tetanggaku d sarankan masuk SLB"... "kenapa? apa dia down syndrome?" jawab sy, dgn tegas teman td menjawa TIDAK... "kalau down syndrome kan kelihatan dr wajahnya, ini wajhnya biasa2 aj kok...sy katakan " kalau gitu ajak dia ke sekolah LEBAH, observasi 1 hari dan biar guru2 juga bisa mngobservasi dia"...
Sebut saja namanya Gadis, usianya 9th kls 3 d SD negri, 2 kali tdk naik kelas dan diprediksi tidak naik lagi th ajaran ini... untuk menjaga nama baik Gadis sang guru menyarankan agar Gadis pindah sekolah, di sarankan Gadis masuk SLB karena memiliki daya tangkap yang lemah dan kemampuan yang minim...
Kendala Gadis yg pd saat itu msh belajar d sekolah di selesaikan bundanya dgn menjemput dan meminta izin membawa Gadis (yang pd akhirnya sy ketahui sdh mengikuti tes IQ dgn nilai 67 dan d sarankan untuk menemui dokter ahli syaraf)
Pukul 10.15 Gadis dan bundanya hadir di hadapan saya, dengan menangis sang bunda menceritakan pengalamannya, kesedihannya, keprihatinannya..."masa anak saya di sarankan msk SLB bu..." untuk menjaga hati Gadis saya tidak berkata ap2...
Gadis... wajahnya manis, walaupun kulitnya hitam tapi bersih. "Namanya siapa?" sapa sy lembut... Gadis tidak menjawab hanya tersenyum malu dan menundukkan pandangannya... sebuah ekspresi yg tdk mungkin d perlihatkan oleh anak2 down syndrome...!!!
"Gadis, kita lihat tmn2 Gadis d kelompok SD2 yuk..." tanpa menunggu jwbnya saya ajak dia mencari kelompok SD2 yg pada saat itu berada d sentra Al Qur'an dan Syariah sdg melakukan kegiatan tahfidz... "Assalamu'alaikum... b' Najma dan tmn2, kita kedatangan tamu... namanya Gadis" dengan antusias b' Najma menjawab "Wa'alaikumsalam... saya b' Najma ini teman2 dr kelompok SD2, Gadis mau bergabung dengan kami??? silahkan..."
Gadis tdk menjawab namun meraih uluran tangan b'Najma... kemudian 1 per1 memperhatikan tmnnya... "Gadis boleh melihat kegiatan d sini, kalau Gadis blm siap gabung, Gadis boleh melihat saja..." kata saya, Gadis ttp tdk menjawab hanya tangannya makin erat menggenggam tangan saya...
Tiba2 Gadis menarik saya keluar dari sentra, ketika badan saya sdh setengah d luar perlahan saya bicara "Syifa panggil namanya...!" Syifa, salah satu siswi kelompok SD2, bereaksi spontan "Gadis mau bergabung dgn kami?"
Gadis makn kuat menarik tangan saya (saat itu sy tdk melihat ekspresi wjhnya) cpt saya katakan "Syifa, pegang tangannya... trus ajak" Cepat Syifa berdiri, bersamaan dgn Icha, slh satu siswi kelompok SD2 yg lain... keduanya dgn lembut memegang tangan Gadis dan mengajaknya masuk "Yuk Gadis, bergabung sama kami"... tidak ada perlawanan, perlahan langkah Gadis memasuki sentra Al Qur'an dan Syariah
Sy kembali k ruang admin, sang bunda msh duduk terpekur... sy pun duduk... dgn linangan airmata sang bunda meneruskan ceritanya, semua di akhiri dgn pernyataan "masa anak sy d sarankan masuk SLB bu, siapa yg g sedih... anak yg sy lahirkan normal di vonis bodoh, IQ jongkok dan hrs msk SLB... anak sy blh sekolah d sini bu...???"
"Semua anak bisa sekolah di sini bu, penerimaan kami hanya d batasi oleh cacat visik dan kondisi down syndrome, itupun bkn krn kami tdk mau... tp krn kami sadar kami tdk memiliki kemampuan dan sarana yg memadai untuk mendidik anak2 dgn kebutuhan khusus seperti itu...
Tanpa sadar 1jam sdh kami bicara, kemudian sy ajak bunda Gadis mencari Gadis dan kelompoknya. Ternyata mrk ada d sentra seni dan kreatifitas, tampak dr luar Gadis sdg konsentrasi dgn sesuatu yg dia dan tmn2nya kerjakan d lantai... (byk aktifitas sekolah LEBAH yg d kerjakan d lantai)... sy ajak bunda Gadis untuk duduk d dpn sentra seni dan kreatifitas...
Sekitar pukul 11.45, bbrp siswa-siswi dr klmpk SD3 dtg membawa papan pembatas (ukuran 1x1mtr, tegak dgn kaki) kemudian meletakkannya d tengah ruangan bermain... kemudian menggelar karpet2 hijau (yg warnanya sdh lusuh krn sdh 4th tdk d ganti, biasa... kendala dana...) "Khusus hari Jum'at kami mengadakan latihan sholat jum'at bu... khatibnya dr siswa sendiri, kendala krn tdk ada guru laki-laki kami sulit mengajak siswa untuk sholat Jum'at d mesjid" urai saya menjelaskan tanpa d minta...
Tidak lama, Gadis dan tmn2nya lewat, wajahnya sdh basah wudhu... samar-samar kami mendengar pembicaraan mrk "tidak ap2 tdk membawa alat sholat... kan bisa pinjam sama b' Iti". Kami ikuti mrk, msk k sentra keluarga dan sosial, Syifa mengambil sesuatu dari rak dan memberikannya k Gadis, sebuah sarung... "yuk, aku bantu..." kata Syifa
BUNDA...
Brp byk lg, buah hati kita yg akan mengalami kejadian spt Gadis... hanya krn ketidak tahuan kita, kepasrahan kita pd opini luar, kemalasan kita membaca... mencari tau...
Kalau kemudian byk anak yg lahir normal kemudian krn kondisi hrs menanggung keputusan publik menjadi BODOH, IDIOT, IQ JONGKOK (ALLAH yg menciptakannya pun tdk pernah melekatkan itu pd dirinya)... dan akhirnya kemudian hanya mjd warga kelas 2, itupun msh lebih baik drpd menjadi beban masyarakat... Bgmn nasib umat ini??? Agama ini???
Anak sy usia 7th, sekarang kls 3SD
waktu d TKB (usianya 5th) sy katakan pd gurunya "kalau NADA g bisa msk SD dan hrs mengulang d TKB g masalah kok bu..." gurunya bicara "tp bdn NADA sdh bsr sekali bu, kalau d satukan dgn TKB yg sekarang kasian NADA... gmana kalau kita coba???"
NADA, anak sy masuk SD d usia 5th... membaca tidak lancar, selalu terbalik ketika menuliskan angka 3, 4 dan 7, selalu sulit membedakan antara b dan d, p dan q, menuliskan "IBU" dgn "UBI... serta menuliskan namanya dgn posisi A-D-A-N (dgn posisi hurufnyapun terbalik)...
lalu inikah yg dikatakan idiot...
Kalau NADA idiot, siswi dgn usia plg muda... NADA tdk akan pernah meraih juara 1 d semester 2 kelas 2..!!
Taukah bunda...
EINSTEIN pun mengalami hal yang sama... dia d usir dr kelasnya krn d anggap idiot...
BILL CLINTON pun selalu terbalik dlm menuliskan kata2...
Kalau kemudian mereka bisa jadi org besar... kenapa anak kita tidak???
0 Response to "ANAKKU DISARANKAN MASUK SLB"
Post a Comment