Menjadi Penyeru Da'wah
Selalu ingatlah kepada surah Ali Imron ayat empat!
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104)
Tidak semua manusia Allah takdirkan menjadi penyeru, maka berbahagialah kita, yang telah Allah pilih menjadi "orang yang sebagian itu". Pilihan Allah tak pernah salah, selalu benar. Jika Dia telah memilih, dan kita menerima pilihan itu, maka Dia juga yang akan memampukan kita melaksanakan semua amal2 da'wah kita.
Kata sebagian, tak pernah kita tahu jumlahnya, seberapa banyak? Jutaan? Ratusan ribu? Ribuan? Atau jangan-jangan cuma puluhan. Yang paling penting dari jumlah sebagian itu, kita harus selalu berada dalam hitungannya.
Dalam bukunya Majmuaturrasail, Ustd Hasan Albanna mengatakan:
"Jika ada seribu mujahid, akulah satu diantaranya. Jika ada seratus mujahid, akulah satu diantaranya. Jika ada sepuluh mujahid, akulah satu diantaranya. Jika ada seorang mujahid, akulah yang menggenggamnya."
Luar biasa kalimat tersebut, memotivasi setiap penyeru da'wah Ilallah untuk istiqomah dalam pilihannya.
Mengapa?
Sebenarnya, tanpa harus bicara tentang balasan, pahala, dan lainnya ... kita sudah harus paham, bahwa segala sesuatu yang Allah tentukan, pasti hasil akhirnya indah. Itulah syurga.
Namun, sebagai manusia, kadang kita butuh diingatkan dan dimotivasi kembali, mengapa kita harus bertahan di jalan ini.
1. Fushilat: 33 - perkataan yang terbaik
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَاۤ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَا لِحًا وَّقَا لَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, "Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?"
(QS. Fussilat 41: Ayat 33)
Perkataan para penyeru Allah, adalah perkataan yang paling baik. Jika manusia bisa begitu terlena dengan syair atau dengan puisi, maka penyeru da'wah memberi tahu jalan paling indah menuju syurga. Balasannya, adalah lebih besar berkahnya dari pada hadiah matahari yang diletakkan di tangan kanan dan bulan di tangan kiri.
2. Annisa: 9 - mengharapkan keturunan yang sholih
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَا فُوْا عَلَيْهِمْ ۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيْدًا
"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 9)
Pada hakikatnya manusia hidup salah satu tujuan diciptakannya adalah memperbanyak jumlah manusia, seperti Rasulullah yang mengatakan ingin membanggakan banyaknya jumlah umat beliau di hadapan umat-umat Rasul yang lain. Maka memiliki keturunan adalah sesuatu yang sunnah.
Memiliki anak-anak, mendidik dan mengajarkan mereka hingga mampu menjadi manusia dewasa yang takut pada Allah membutuhkan pola asuh yang baik. Ucapan-ucapan orang tua, memberi pengaruh yang besar bagi pembentukan karakter anak. Untuk itulah Allah memerintahkan orang tua untul selalu berkata benar.
Didikan yang benar, menjadikan anak mampu menerima pengajaran dari orang tuanya dengan baik dan ikhlas. Inilah kuncinya, hingga si anak akhirnya bisa menggantikan posisi orang tuanya, menjadi penyeru da'wah juga.
3. Muhammad: 7 - mengharap pertolongan Allah dan kekokohan status sosial
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُم
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
(QS. Muhammad 47: Ayat 7)
Sudah menjadi rahasia umum jika kehormatan manusia terletak pada status sosial, harta dan jabatannya. Namun semua itu tidak menjadi standart bagi Allah menetapkan kemuliaan manusia. Allah hanya melihat "taqwa"-nya saja. Semakin seseorang dekat pada Allah, semakin Allah muliakan dia.
Sebuah hadist qudsi mengatakan, jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan memerintahkan untuk mencintainya. Lalu, Jibril akan memanggil ribuan malaikat, dan memerintahkan untuk mencintainya juga. Kemudian, malaikat-malaikat inilah yang mempengaruhi bumi dan isinya untuk mencintai hamba ini juga.
Jika manusia sudah mencintai, maka penghormatan akan hadir dengan sendirinya. Status sosial tersebab harga atau keturunan, tersingkir dengan sendirinya.
4. Al Ankabut: 69 - petunjuk kebenaran
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 69)
Penyeru da'wah mengajak manusia ke jalan Allah. Namun tanpa disadarinya, seruannya tersebut juga memberi efek bumerang pada dirinya. Ketika ajakan berbuat baik terlontar, maka ajakan itu juga berlaku untuk dirinya. Begitu juga tentang larangan-larangan Allah, setiap hal tersebut terseru, maka hati si penyeru akan selalu mengingatnya.
5. HR Bukhari - kekayaan dunia
Rasul bersabda, "Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi Allah petunjuk melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik (ganjarannya) dari pada unta merah."
Begitu besar pahala para penyeru da'wah ilallah, hingga Rasul mengibaratkannya dengan "unta merah", yang hanya muncul satu per seribu kelahiran. Begitu mahalnya, bahkan jika disanding dengan kendaraan zaman sekarang, maka harga unta merah sama dengan harga sebuah Lamborghini.
Terbayang betapa banyak pahala yang bisa kita dapatkan, dari hanya menunjukan kebeneran kepada satu orang. Karena, syurga tak murah, ia harus dibayar dengan pahala-pahala yang akan diraih dari seruan-seruan kebaikan yang kita lakukan tersebut.
6. HR Muslim - pahala yang tak putus
Rasul bersabda, "Barangsiapa menunjukkan kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala pelakunya."
Kita akan mendapat pahala sama besar dengan orang yang melakukan sebuah kebaikan, tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Syaratnya adalah jika kita menjadi penyebab orang tersebut melakukan kebaikan. Luar biasa hikmahnya menjadi penyeru da'wah ilallah.
Ini juga yang akhirnya bisa memperpanjang usia amal sholih kita, jika kita meninggalkan bekas-bekas da'wah di diri seseorang, atau dalam tulisan-tulisan yang berisi ajakan berbuat baik. Saat orang tersebut melakukan kebaikan, pahalanya terus mengalir ke kita. Saat tulisan kita dibaca orang lain, lalu orang lain tersebut tergugah, maka kita mendapatkan lagi pahalanya. Hal tersebut terus terjadi, walau kita sudah tidak ada lagi di dunia.
Tetaplah di jalan da'wah, setialah pada tarbiyah, niscaya Allah akan menjaga setiap detik hidupmu hingga Dia hentikan waktu.
Samarinda, 10 Feb 2022
0 Response to "Menjadi Penyeru Da'wah"
Post a Comment