Prosa Puisi
Kalut
Berdiri di tengah badai yang bergemuruh. Hujatan, teriakan, seperti melody perintang perih. Menghunjam tajam dalam palung hati, merobek hingga luka tak berdarah.
Air mata mengalir, seolah membasuh duka. Uraikan kalut dalam jiwa. Seperti merunut benang kusut ... helai demi helai. Kemudian merajutnya menjadi pembungkus luka agar tak menganga.
Mencoba bertahan dalam aral yang tak berujung. Terbayang sepi di tepian terakhir, sendiri.
Aku masih di sini, mengharap sendu 'kan pergi. Bermimpimu menyelimuti masa lalu dengan kasih. Hingga hilang resah, mencipta senyum di bibir.
...............
Ayah ibu
Tersebab cinta kalian bersatu
Tersebab cinta adaku
Lalu di mana cinta itu
Ayah ibu
Rutuk lepas suaramu
Hancurkan hati rindu
Anakmu
Ayah ibu
Terbayang tepian pilu
Di ujung sendu
Aku
- Samarinda, 30 Maret 2019 -
0 Response to "Prosa Puisi"
Post a Comment