Prosa Liris


Roda

Bangkit dari sajadah terhampar, setelah buncah terbumbung ke angkasa. Tadahkan tangan, berharap doa menembus langit pada Al Arsy-Nya. Kemudian gegas menantang dunia, tanpa paham tulisan-Nya dalam selembar lauhful mahfudz kehidupan.

Saat mentari meninggi, menyisakan peluh membulir, mengalir. Lalu membentuk genangan pada dahi suci. Mata tetap dalam binar yang sama, menatap penuh cinta, seperti ingin menularkan asa pada relung-relung hati yang mulai lelah.

Kamu tahu, Nak. Tugas kita meraih qodar, mengejar secepat yang kamu bisa. Maka ... kayuhlah pedalmu, jangan lepaskan lajunya. Jauhi ragu yang membuat pilu. Biarkan Dia yang menetapkan, hingga rodamu mengangkasa.

- Samarinda, 31 Maret 2019 -

0 Response to "Prosa Liris"

Post a Comment

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel