Prosa Liris
AMARAH RIMBA
Menyelusup angan jelajahi alam perawan. Di bawah kanopi, bertudung dedaun hijau rimbun temaram, berjalan di atas tanah becek berselimut rumput liar memendam, ditemani aroma petrikor. Menguarkan hawa lembab dengan batang kayu tegak, basah berlumut. Ranting patah terserak, berderak saat terinjak.
Negeri kaya rimba, paru-paru dunia. Beribu jenis bunga beratus ribu pohon merata, meramu laksana paduan pelangi, membentang keindahan sejati, sepanjang lini katulistiwa. Dihiasi embun selaksa, pantulkan cahaya perak merona ... matahari negeri tropis, tercinta.
Kini rimba menggelepar, jeritnya tak terdengar. Puaskan jiwa-jiwa manusia lapar, serakah terpapar. Porak poranda wajah semesta, meronta tak bersuara, menangis tanpa air mata.
Lalu, jika alam murka ....
Masihkah salahkan Sang Kuasa?
- Mangkupalas, 19 Mei 2019 -
0 Response to "Prosa Liris"
Post a Comment