Cerita Mini



BERKAT ANDRA
Jumlah kata isi: 250

"Ibu duluan! Kamu bersihkan gerobak, supaya besok nggak banyak semut." Ibu berkata sambil menaikan semua bahan-bahan tersisa ke rombong di atas motor. "Nanti Ibu suruh Andra jemput kamu."

Mendengar nama Andra, ingin aku protes. Ibu tidak tahu betapa modusnya anak tetangga itu. Namun, melihat wajah lelah ibu ... aku pasrah. 

Gesit tanganku membersihkan gerobak soto, memasukkan alat-alat makan yang sudah dicuci ke ruang di bawah gerobak. Kemudian duduk termenung.

Memandang barisan pohon pinus di lokasi wisata ini, tegak berdiri dengan jarak yang rapi. Pohon tak bercabang dengan daun-daun yang jarang, hingga saat dibawahnya pun kita masih bisa memandang langit. Angin berembus di ruang kosong sela-sela pohon, berkejaran menyentuh dan menggoyangkan daun pinus. 

Derai hujan mulai turun. Lokasi wisata sudah sepi orang. Aku memilih berteduh di bawah tenda lapak, gelisah. Belum ada tanda-tanda Andra akan datang. 

Tiba-tiba seseorang membekap dari belakang. Tangannya menutup mulut dan mendekap tubuh. Aku pikir Andra usil. Badanku diseret, ini bukan Andra, dia tak mungkin sekasar ini.

Aku menjerit dan meronta. Dia menggeretku ke arah belakang toilet umum.

Pikiran kalut, kugigit jarinya dan terlepaslah tubuhku. Sosok lelaki bertopeng. Tangannya yang besar menamparku, sakit sekali hingga membuat kepala pusing dan pandangan nanar. 

Didorongnya aku hingga terjerembab, badan lemas tak berdaya. Saat lelaki itu hendak melampiaskan laku bejat, tiba-tiba tubuhnya tersungkur, dan tampaklah sosok Andra yang berdiri tegak memegang sebuah balok besar.

Dibantunya aku duduk, reflek kupeluk tubuhnya sambil menangis kencang.

"Makasih ya, Ndra. Kamu selamatkan aku. Maaf aku selalu jutek sama kamu."

Kurasakan belaian lembut tangannya di kepalaku.

- Rumah Cinta, 20 Mei 2019 -

0 Response to "Cerita Mini"

Post a Comment

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel