Prosa Liris


#prosa_liris

MENANGIS AKU

Tafakur dalam ruang dingin, sedingin hati dan pikiran. Menangisi kebodohan masa lalu, yang tak mau lepas menghantui malam. Saat iman tak lagi di kepala, harga diri jatuh di bawah telapak kaki kusam.

Basah oleh lumuran dosa sengaja tercipta, dalam akal pikiran memandang tak ada noda. Karena cinta semu menjajah, hingga hilang logika.

Tertunduk sadar, hidup tak sekadar senang. Ada tujuan yang mengikuti saat roh ditiupkan. Proses panjang menuju titik akhir, berharap tujuan 'kan tergenggam.

Aku kembali ya, Rabbi ....

Menyadari Kau-lah tujuan perjalanan ini. Maka basuh aku dengan cinta-Mu yang suci. Sinari aku dengan cahaya-Mu yang tak pernah mati. 

Kuyakinkan ... kuazzamkan.*

Kubasahi lidahku dengan kalam-Mu. Kutinggalkan aku, yang tak mampu mengabdi pada-Mu. 

- Samarinda, 26 April 2019 -

note:
pict. by liputan islam.com
azzam = meneguhkan dengan sangat di dalam hati

0 Response to "Prosa Liris"

Post a Comment

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel