Prosa Berima
#proma_arra
SEBELUM HABIS WAKTUKU
Tenggelam dalam dosa yang merajam. Seumpama sekam yang menghitam, tak mampu meredam.
Tersekap dalam senyap nan gelap, netra terasa sembap, menyesap sesal hingga lelap.
Meraba dalam gulita, dosa yang terserak merata menyesakkan jiwa berkubang nista, merasa hina penuh noda tiada terkira.
Merenungku, melangutkan rindu kenangan lalu, di mana aku ... sebuah kalbu membatu, yang tak mampu tunduk pada-Mu.
Menengadah di atas sajadah, rasa bersalah kian membuncah. Minda resah meluah tak tentu arah.
Aku berbatas waktu. Jika sampai keretaku, harap sendu t'lah berlalu, melaju bersama-Mu, dalam syahdu yang biru.
- Lereng Merapi/ Tepian mahakam, 25 April 2019 -
Bikin bareng Mas Bagaskara Andhika Aryan
0 Response to "Prosa Berima"
Post a Comment