Pentigraf: Sampan Kenangan
#sampan
#pentigraft
SAMPAN KENANGAN
Pernikahan tinggal sepekan lagi, dan aku masih mempersiapkannya sendiri. Pekerja tambang dengan alur kerja enam pekan kerja dan dua pekan libur, membuat komunikasi kami hanya melalui udara. "Maafkan kakak ya, Dek. Tidak bisa membantumu mempersiapkan pernikahan kita." Itu yang selalu kamu ucapkan.
Akhirnya ijab qobul terlaksana. Binar matamu adalah obat rasa payahku mempersiapkan ini. Bulan madu "back packer" satu pekan ke Garut, adalah hadiahmu selanjutnya. Mendaki Gunung Papandayan, bermalam di tengah hamparan bunga keabadian, memandang bintang dan bersampan di Situ Bagendit. "Semoga, jika kita tidak sedang bersama. Adek bisa mengingat satu pekan indahnya kebersamaan kita," ucapmu sambil merengkuh tubuh mungilku.
Hari ini setahun pernikahan kita. Hadiah pernikahan darimu, adalah kembali ke Garut, mengenang bulan madu kita. Berdiri di atas sampan bambu unik khas Situ Bagendit. Mengedarkan pandangan ke sekeliling danau, di kejauhan tampak lukisan pegunungan terarsir kabut tipis dan lambaian daun kelapa. Masih seperti tahun lalu. "Bedanya, aku di sini tanpa dirimu lagi," lirihku dengan linang. "Terima kasih telah memberi sepekan kenangan terindah dalam hidupku, Kak."
- Samarinda, 13 Maret 2019 -
0 Response to "Pentigraf: Sampan Kenangan"
Post a Comment