Cermin: Pernikahan
HARI ISTIMEWA
Sah ….
Sah ….
Sah ….
Lalu doa terlantun seperti doa Rasulullah dalam pernikahan kesayangannya, Fatimah dan Ali r. a.
Kemudian dilantangkan sighad taqlid, dan setelahnya MC menyampaikan bahwa pengantin laki-laki akan datang ke ruang pengantin perempuan untuk menyerahkan mahar.
Sosok itu pun hadir, tersenyum manis sekali … kubalas senyum itu.
Perlahan dirogohnya saku jas, mengeluarkan sebuah kotak berlapis beludru merah, membuka dan mengambil isinya. Kemudian dengan spontan meraih tanganku dan menyematkan sebuah cincin 24 karat dengan bentuk yang sederhana, pilihanku sendiri.
"Cium tangannya, Nak!" sebuah bisikan lirih menghampiri indera pendengaranku.
Maka kucium tangan sosok bersahaja itu dengan khitmad. Tangan kirinya mengusap kepalaku lalu lirih merapal doa,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Allaahumma innii as-aluka khayraha wa khayra maa jabaltahaa ‘alaihi wa a’uudzu bika min syarrihaa wa min syarri maa jabaltahaa ‘alaihi.
Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebaikannya dan kebaikan apa yang Engkau ciptakan pada dirinya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan apa yang Engkau ciptakan pada dirinya.
"Cium, cium," teriak tante, maktuo, dan etek-etekku yang berkumpul dalam ruangan itu.
Mataku mengernyit, mencoba mengirimkan sinyal penolakan, tapi ternyata tidak sampai. Ringan bibirnya mencium dahiku, dan sukses membuat rona merah muda di sekujur wajah. Disambut dengan teriakan menggoda semua saudara perempuanku.
- Rumah Cinta GTS, 14 Mei 2019, 23.12 wita -
0 Response to "Cermin: Pernikahan"
Post a Comment