Cerita Pendek: Kaulah Bintangku (Part. 1)


Kamulah Bintangku

"Hati-hati ya, Anak-anak! Keluarnya satu-satu. Langsung berkumpul dengan bundanya masing-masing, yaaa!" teriakku dengan pengeras suara.

Kali ini aku kebagian jatah menjadi penanggung jawab bis satu, berisi lima puluh siswa  TK A, di temani empat orang bunda sebagai walikelas dan pendampingnya.

Pagi menjelang siang, kami sudah sampai di pelataran parkir Gedung Planetarium, Taman Islmail Marzuki, Jakarta. TK Harapan Bunda, tempat kumengajar mengadakan kunjungan belajar tentang bintang dan benda luar angkasa.

Menggiring mereka ke ruang tunggu, dan memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal. 

Kemudian kembali ke parkiran, mengambil jatah tiket dan snak untuk mereka dari mobil panitia utama.

Langkah mulai terseok karena jarak ruang tunggu dan parkiran yang tidak dekat dan gerak yang terhalang plastik besar berisi snak, sehingga harus melangkah satu-satu. 

Saat konsentrasi teralih pada langkah, tiba-tiba ....

"Ulin, jangan lari-lari!" Suara seseorang berteriak.

Bruukkk!

Seorang anak kecil bertubuh gempal menabrak, aku oleng dan ....

Brruuukkk!

Aku jatuh duduk, terpana, sekilas pikiranku kosong.

"Mbak, tidak apa-apa?" Seorang petugas berseragam planetarium membantuku berdiri.

Aku diam tak tahu harus menjawab apa. Apalagi saat memandang bawaanku berhambur, akhirnya kembali berjongkok dan memunguti snak-snak bermika plastik itu.

Si petugas turut membantu, sedikit demi sedikit akhirnya terkumpul, selesai.

"Terima kasih, ya," kataku pada petugas itu, bermaksud berlalu.

"Awy?"

Wajah yang awalnya sudah menghadap ke depan kembali menoleh. Memandang heran dan sedikit mengernyitkan dahi.

"Iya, betul ... apa kita kenal?"

"Hasyman, Wi. SMA Bintang Kejora Medan jurusan IPA."

Dalam beberapa detik, aku mencoba menemukan memory, mengacak-acak file ingatanku, sampai kemudian ....

"Rafif?"

"Iya, kamu selalu memanggilku itu, masih ingat rupanya." Matanya berbinar.

"Tentu, tentu masih ingat. Tapi saat ini aku sibuk menyiapkan siswa. Setengah jam lagi mereka masuk ke dalam teather bintang ... maaf ya," jawabku sambil berlalu.

"Nomormu, Wy!" teriaknya

"089532552xxxx," jawabku sambil mempercepat langkah. Entahlah apakah dia mendengarnya atau tidak.

**********

Akhirnya, di sinilah aku ... dalam kamar nyamanku, bernuansa salem, menyejukkan mata memberi kedamaian.

Setelah seharian berjibaku mengurus kegiatan sekolah.

Perlahan merebahkan diri, di peraduan beralas bed cover bernuansa salem juga. 

Tung.

Terdengar ponselku berbunyi.

Malas kuraba-raba nakas yang berada persis di samping pembaringan.

Membuka layar, sebuah pesan dari nomor asing.

(Tersebar cahaya bintang di malam gulita
  Sebait doa terlantun dalam jiwa
  Berharap esok jumpa arunika
  Mencipta dama bersama hingga senja)

Dahiku mengernyit, apa maksudnya?

Tung, sebuah pesan lagi

(Dari sekian bintang, kupilih bintangku sendiri, dengan warna yang berbeda, berharap sinarnya dapat menyatu dengan sinarku)

'Salah kirim pesan kali nih orang ya'

Tanganku hendak mengetik, bermaksud menanyakan. Tiba-tiba sebuah pesan masuk lagi.

(Wy)

Dengan penasaran, kubalas.

(Ini siapa ya?)

(Rafif)

(Oo, ya Allah, Awy kira siapa)

(Maaf ya, Assalamualaikum)

(Walaikumsalam, bisa kecatet juga nomorku,  ya?)

(Loh, kamu lupa kalau aku jagonya angka?)

(Iya, ingat!)

(Sehat, Wy?)

(Alhamdulillah, Rafif?)

(Setelah lulus SMU tujuh tahun, Allah baru pertemukan kita lagi ya. Aku sehat, tapi baru kena serangan sakit, kena virus)

(Ya Allah, iyakah? Rasanya tadi pagi kondisimu baik-baik saja? Virus apa?)

(Virus merah jambu, Wy)

Mataku nanar menatap layar ponsel. Dia yang dulu pernah menarik rasaku, tapi tak pernah kuungkap. Hanya perpustakaan dan dinding ruang klub science jd saksi betapa aku mengaguminya.

(Oo, itu mah falling in love, Fif)

Kutuliskan dengan rasa berkecamuk, ingat bagaimana dulu hancurnya hati saat Rafif bercerita tentang kekagumannya pada bunga sekolah, Wiwi Wahyuningsih

(Iya, tau ga sama siapa?)

(Ga tau dan jangan suruh nebak)

(Sama bintangku, yang lama hilang dan baru tadi pagi kutemukan)

....

(Wy, kok ga balas?)

(Harus balas apa?)

(Kamu bintangku yang hilang, Wy)

....

(Wy ....)

(Ya?)

(Boleh aku ke rumah?)

- Loa Janan Ilir, 5 April 2019 -

***********************

Ayo saudara saudari, awy harus jawab apa???

#puisi by Hasyman Rafif

0 Response to "Cerita Pendek: Kaulah Bintangku (Part. 1)"

Post a Comment

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel