Cerita Mini: Jodoh Online


Jodoh Online

Akhirnya chat kami selesai. Aisyah, gadis manis dari Lantung, yang selama ini hanya berinteraksi melalui media sosial, siap menjadi guide-ku selama travelling. Berarti aku akan segera bertemu dengannya.

Menjelajahi objek wisata alam di Sumur Belerang (Buin Racin) dengan tujuh sumurnya dan wisata air terjun juga dengan tujuh air terjunnya (Lampas Perung, Lampas Babalo, Lampas Ble Bananung, Lampas Ado, Lampas Brang Nunang, Lampas Ekat, Lampas Sepukur), itu janji Aisyah kepadaku.

'Aisyah, semoga pertemuan pertama kita ini, bisa berlanjut menjadi hubungan yang lebih dekat.'

Sudah terbayang aktifitas berselimut PDKT-ku di Lombok nanti. Hubungan akrab di dunia maya, memunculkan rasa yang berbeda buat Aisyah. Festifal Kampung Syahdu Lantung, akhirnya menjadi pilihanku untuk bertemu dengannya dan semoga menjadi langkah awal memperjuangkan rasa ini.

**********

Setelah kemarin menempuh perjalanan, selama empat jam dengan satu kali transit. Sekitar jam 15.00 aku landing di Bandar Udara Internasional Sultan Muhammad Shalahuddin.

Meneruskan dengan menumpang travel selama satu jam, sampailah aku di Kecamatan Lantung, tempat Festifal akan diselenggarakan.

Di sinilah aku sekarang, di Camping Ground Lenang Indah, sebuah zavana di kecamatan Lantung yang menjadi populer dan viral di media sosial. Tempat inilah yang akan menjadi pusat kegiatan Festifal.

Hamparan hijau rerumputan di bukit ini ditambah siluet fatamorgana dan kabut di sore hari, membentuk keindahan tersendiri. Memandang hijau yang luas, memberikan rasa sejuk di dalam hati.

Lokasi ini pulalah yang dipilih menjadi lokasi perjumpaanku dengan Aisyah. Ada rasa yang lain merasuk dalam dadaku, menggelitik, seperti tersentuh ribuan kaki kupu-kupu.

Mataku tak berhenti bergerak, mencari sosok gadis manis yang berjanji datang dengan menggunakan gamis bunga-bunga ungu dan jilbab polos ungu. 

"Assalamualaikum," sapaku pada seorang gadis yang membelakangiku.

"Walaikumsalam." Badannya berbalik. Manis wajahnya membuatku terpana, dengan pipi kemerahan tanpa make up. 

"Aisyah?"

"Bang Aziz?"

"Iya, sudah lama menunggu?"

"Lumayan, tapi nggak mengganggu kok." Senyumnya makin membuatku terpukau.

"Sebentar, kukenalkan dengan seseorang ya." Aisyah menepuk bahu seorang laki-laki yang sedang menggendong anak kecil berusia sekitar dua tahun.

"Kak, kenalkan ini Bang Aziz, yang ade ceritakan mau travelling itu lo."

Pria itu menghadapku, wajahnya cerah dengan senyum yang lebar. Menyodorkan tangannya.

"Kenalkan, saya Faiz, suaminya Aisyah. Ini Shafura anak kami."

Kuterima sodoran tangannya, memaksa selengkung senyum di bibir. Namun entah kenapa, seperti ada luka tak berdarah dalam hati ini, rasanya perih.

**********

Perjalanan ini meluruhkan semangat diri
Rasa yang meninggi terhempas di lembah sunyi
Saat kata terangkai indah meski terpisah jauhnya
Berganti nyeri dalam perjumpaan terindah tak semestinya

Poem by. Bagaskara Andhika Aryan

- Samarinda, 18 Maret 2019 -

ref. SuaraNTB.com

0 Response to "Cerita Mini: Jodoh Online"

Post a Comment

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel