Sitkom: JEMURAN

Jemuran

Jelang sore, saat Whitney Allison Stone ingat belum mengambil jemuran. Langit menghitam dan angin mulai bertiup kencang, tanda akan hujan. Dengan malas Ney bangkit ke halaman belakang kontrakannya.

Semua jemurannya telah berada di tangan saat mata Ney melihat seonggok benda berwarna coklat tergeletak.

'Kayanya punya tetangga ganteng Vicky Nug sebelah tuh. Ambil ga ya ... masa diambil, mang gue cewe apaan!'

Pikiran Ney berkecamuk, badannya termanggu antara ingin mengambil atau tidak.

"Nape lo, Ney?" Suara Herien Kriestia, tantenya Ney yang sama-sama ngontrak. Rumahnya dengan rumah Ney, terjeda rumah Vicky.

Ney tak mampu bicara, matanya hanya menatap tantenya, bergantian dengan menatap benda kecil yang teronggok tadi. 

Seperti memahami, mata Herien beralih.

"Ooo, ntu ... paling punya si Piki, nape? Ya tolong ambilin aje kali, Ney!"

"Ih, ogah! Mang, Ney, cewek apaan?"

"Cie ileeehhh, pake bawa cewek apaan, timbang ngambil celana dalem doang! Ga bakalan hamil kali, Ney!"

"Tapi kan, Ney, masih gadis, Onty!"

"Kaga ngaruh! Mo nolong mah nolong aje kali!" Sang onty berjalan mendekati dan mengambil benda tergeletak tadi, kemudian menyampirkannya di pegangan pintu belakang rumah Vicky.

Akhirnya Herien dan Ney terlibat pembicaraan ringan, sambil tangan Herien mengambil satu demi satu jemurannya.

Sampai tangannya menyentuh celana dalam suaminya, diciumnya berulang-ulang. Ney yang melihat kejadian tersebut spontan menunjukan ekspresi jijik. Herien melirik keponakannya.

"Nape lagi, Lo?"

"Onty, ngapain sih cium-cium gituan segala. Jijik tau!"

"Yeee, biarin! Ontykan mau tau udah wangi apa masih asem."

"Astaghfirullah, Ontyyy!" Ney berteriak sambil berlari masuk ke rumahnya.

- Tepi jalan poros Palaran, 6 Februari 2019 -

0 Response to "Sitkom: JEMURAN"

Post a Comment

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel