Mengenal Karakter Diri

SEMINAR SS CIANJUR
 "MENGENAL DIRI SENDIRI DALAM BERKARYA"
28 Agustus 2021

Assalamualaikum

Selamat bertemu lagi sama Mommy. Ini kedua kali Mom ngisi di SS Cianjur. Semoga ga bosan, yaaa ... dan makin cinta, uhuy.

Buat yang belum kenal, kenalan yuks:

Mommy itu Ibu dari 3 gadis; sulung 19 (sem 1 fak hukum Unmul), kedua 13 (Kelas 9) dan bungsu 8 tahun (kelas 3). Keturunan Minang, yang lahir di Jakarta, lalu merantau ke Samarinda ikut Ayank Mbeb.

Kembali, Mom diundang oleh admin Sajak Senja Cianjur, terima kasih atas kepercayaannya 🙏 ... semoga semua admin dan member SS Cianjur selalu kompak, sehat, dan bahagia. 

Begitu juga kalian yang hari ini hadir di ruang virtual kita ini. Semoga hidupnya berkah, dan semua cita-cita Allah ijabah. 

Kali ini Mom dapat tema yang luar biasa, Memahami Karakter Saya, sehingga Bisa Memahami Karakter Orang Lain. Judul asyiknya ... I Love Me, 4 Love You, eaaakkksss, kenapa jadi bucen 🤭

Ini materi berat, lo! Jangan bosan bacanya, yaaa ... Mom dah nulis panjang banget, nih!

Sebelum kita masuk ke pembahasan tema, Mom ingatkan, semua ilmu psikologi adalah ilmu manusia yang pondasinya diambil dari ilmu Allah. Kalau yang ilmu Allah, Rasul yang ajarkan, gakan ada yang salah. Nah karena diturun-turunkan terus sama manusia, jadi kalo ada yang tak sesuai, silakan protes aja, ya.

Terus, Mom juga bukan psikolog, cuma mahasiswi fak psi yang sedang berupaya menyusun skripsi, yang sudah mau dua tahun terbengkalai. Semoga segera selesai, doakan 🙏.

Kita awali pembahasan dari sifat. Apa itu sifat? Mom ambil arti dari KBBI daring.

Sifat atau kepribadian adalah watak dasar yang dibawa sejak lahir (tidak bisa diubah).

Dalam psikologi, ilmu tentang kepribadian masuk dalam dua mata kuliah tersendiri--Psikologi Kepribadian dan Psikodiagnostik 5. 

Kepribadian tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut pandang; 
- ada type kepribadian dilihat dari cara belajar dan bekerja
- ada type kepribadian dilihat dari cara berkomunikasi dan bergaul
- ada type kepribadian dilihat dari cara berkontemplasi dan menilai orang lain

Jadi banyak sekali type-type kepribadian. Tergantung kalian mau melihatnya dari sudut pandang apa? 

Dan, untuk mengetahui kepribadian kita atau seseorang, ga bisa pake tebak-tebak hitung kancing. Salah-salah tebak, malah bisa memberi stimulus negatif pada diri kita atau orang yang kita tebak. Ujung-ujungnya malah jadi pembunuhan karakter.

Contoh buat kamu yang suka bilang:
- Aku moodian
- Emosiku turun naik
- Aku ga suka dikasari
- Aku begini, begitu, begono

Aneh! 

Yaaa semua orang kek gitu, lah! Bukan cuma kamu ....

Kalo lagi senang moodnya bagus, semua kerjaan selesai. Kalo lagi patah hati mood jelek, kerjaan terbengkalai.

Terus, yang namanya emosi emang turun naik. Masa lagi berduka tetap ketawa2, kan kek ODGJ jadinya. Atau tenaaang aja seumur hidup ... itu mah malaikat, bukan manusia! 

Atau ... emang ada orang yang demen dikasari? Duh, penyakit mental itu namanya.

So, semua orang ngalamin itu. Bedanya yang ekstrovert bilang, yang introvert diam ajah.

Jadi type kepribadian, ga bisa di"label" begitu aja, kudu melewati serangkaian test untuk mengetahui secara pasti kepribadianmu. 
Ada banyak alat tes yang digunakan untuk mengetahui type kepribadian. 

Ini adalah alat tes yang biasa digunakan untuk mengetahui kepribadian, dari 10 itu Mom hanya pernah mencoba no 2, 4, 5, 6 dan 7. Itu pun tak punya, karena cuma profesi psikolog yang bisa beli 

Okeh, lanjut.

Sebelum kita masuk ke pembahasan lebih jauh, Mom tegaskan. Bahwa semua type kepribadian, mempunyai nilai plus dan minusnya masing-masing. Jadi apapun type kepribadian yang kalian miliki, itu adalah yang terbaik yang Allah kasih buat kalian.

Kita coba bicara satu type kepribadian yang biasa kalian hebohkan dalam pergaulan: Introvert dan Ekstrovert. Ini adalah type kepribadian yang dilihat dari sisi "cara memperoleh semangat".

Orang ekstrovert saat down, dia butuh orang lain untuk bercerita, minta nasihat, menemani, menyemangati. Jika tak ada yang mau mendengar, dia akan mudah depresi. 

Berkebalikan dari introvert, lebih suka memecahkan masalahnya sendiri; dengan membaca, mengamati atau mencari informasi. Dia justru menemukan solusi dalam diam, dan mendapatkan semangat dari bisikan nuraninya.

Orang ekstrovert banyak bicara. Karena dia banyak bicara, seolah2 dia humble, dia bisa dekat sama banyak orang, padahal belum tentu. Dia jago bicara di depan orang banyak, padahal belum tentu. 

Sedang introvert lebih suka merenung, bicara yang penting2 saja. Jadi mereka terkesan pendiam, tertutup dan formal, padahal belum tentu. Kalo kalian ketemu sama orang yang enak dicurhatin, biasanya introvert tuh.

Paham? Mom anggap paham, hehe ....

Mulai Mom menyinggung soal karakter ya.

Apa beda sifat/ kepribadian sama karakter?

Kalau kalian googling, akan banyak muncul pengertian karakter, dan pasti kalian akan bingung dengan kalimat2 yang disajikan, karena ujung2nya mirip dengan kepribadian.

Betul banget!

Karena sebenernya karakter ini adalah pengejawantahan dari kepribadian. Jadi kalo kepribadian tak bisa ditentukan lewat indera penglihatan, kalo karakter bisa. Jadi karakter adalah "pembuktian dari kepribadian, yang biasanya dikaitkan dengan nilai moral atau etika"

Kalo kepribadian adanya di dalam diri, hanya si pemilik yang bisa merasakan. Kalo karakter adalah "perilakunya" atau "akhlaknya" atau "sikapnya". Orang lain bisa dengan kasat mata menilai.

Bisa merasakan bedanya? Mom anggap bisa aja, haha ....

Nah, kepribadian itu kalau sudah begitu, ya begituuu, ga bisa diapa2in, yang bisa kita kelola adalah karakternya. Karakter bisa kita paksakan, biasakan, lama2 melekat dan jadilah karakter.

Ada teori karakter dari Hypocrates and Gallen, yang kategorinya ditentukan oleh cairan2 (berkaitan dengan jumlah dan kekentalannya) yang ada di tubuh. 

Lets talk about it!

Satu. 
Seluruh karakter itu semuanya ada pada manusia. Munculnya kadang spontan, kadang butuh stimulus yang kuat. Cumaa ... dalam tiap diri manusia pasti ada dua yang dominan. 

Dua.
Persentasi semua karakter itu terus mengalami perubahan, sesuai stimulus yang dia dapat, serta bertambahnya usia dan kematangan cara berpikir. Remember: peoples is always change!

Di dunia, tidak ada yang abadi kecuali perubahan.

Tiga.
Ingat! Semua type karakter, ada plus minusnya, karena Allah memang ciptakan manusia dari perpaduan malaikat dan setan.

Empat.
Karakter bisa kita bentuk, inilah yang kemudian bisa menjadi topeng kepribadian kita sesungguhnya. Namun, kepribadian yang tertutup topeng itu ga kan hilang, suatu saat akan muncul secara spontan, tergantung stimulus yang kita dapatkan.

Yuks bahas ciri2 karakter ....

1. Sanguinis Populer
+ Spontan, ramah, mau menyapa, hangat, idenya banyak, kreatif, mudah menarik perhatian, ceria, ekspresive, humoris, senang dipuji, mudah minta maaf dan memaafkan, mudah lupa kesalahan orang. 

- tidak punya rencana, sulit menyelesaikan pekerjaan yang dimulai, bosanan, emosinya seperti anak usia pra sekolah yang fluktuatif sekali (kadang membuat bingung teman), demi pujian kadang mau melakukan hal di luar batas wajar, kalau kebablasan bisa kena penyakit mental narsistik.

2. Korelis Kuat
+ sangat berorientasi hasil, leadership dan manajemennya bagus, kuat pada prinsip, tegas, PD, logis dan gercep, mandiri, tertata.

- sangat obsesiv, kadang jadi otoriter dan ga percayaan, ga mau dengar pendapat orang, ga bisa basa-basi, sulit beradaptasi, mudah marah jika tidak sesuai keinginannya, tidak mudah bergaul, membosankan.

3. Plegmatis Damai
+ tenang, sabar, damai, penengah yang baik, serius dalam membangun hubungan, setia, mudah diajak kerja sama, peduli, mudah simpati, mudah memberi, pendengar dan pemberi saran yang baik, dapat dipercaya, berjiwa sosial tinggi.

- cenderung malas, tak berani ambil resiko konflik, pasrah, tidak punya target, mudah dipengaruhi, tidak tegas, takut memulai hal baru, bergantung pada orang lain

Ketiga karakter di atas sangat terlihat perilakunya. Jelas dan nyata. Jika kalian tak menemukan salah satu ciri apapun pada diri seseorang, bisa diprediksi maka dia adalah pemilik kepribadian ke-4.

4. Melankolis Sempurna
+ pemikir dan perencana yang baik, teliti, perfectionist, tidak panikan, penuh perhitungan, efektif dan efisien, berorintasi pada tujuan, tertata rapi, kreatif dan inovatif, berpikiran ke depan, terkesan tenang

- sering kehilangan PD, pesimis, emosi jika tak sesuai rencana, stress jika tujuannya tak tercapai, ragu2, sering menyalahkan diri sendiri sehingga dekat dengan depresi.

Sudah baca?

Sebagian ada di satu, sebagian ada di dua, sebagian ada di tiga, dan sebagian ada di empat?

Pasti!

Karena memang seluruh karakter di atas ada di diri kita, cumaaa ... persentasinya berbeda. Dan, pasti ada yang lebih dominan.

Jika kamu sudah bisa meraba, type kepribadianmu. Pastikan positifnya bisa kamu tampilkan maksimal, dan negatifnya bisa kamu tekan seminimal mungkin.

Contoh, jika kamu merasa sebagai si Korelis Kuat, pastikan kemampuan leaderhip dan manajemenmu berfungsi maksimal. Namun, belajarlah untuk mempercayai orang lain, paksakan dirimu untuk mau diskusi dan mendengarkan pendapat teman.

Jika kamu mampu melakukannya berulang, lagi dan lagi. Seiring berjalannya waktu, rasa percaya bahwa orang lain mampu melakukan--seperti kamu pun mampu melakukan, serta bisa diajak kerja sama, akan melekat pada dirimu. Dan, kamu akan memiliki karakter leader yang komplit. 

Paham, kan?

Kata kunci dari Mommy:

Ingat, selalulah menjadi diri sendiri, tapi jangan membuat orang lain tak nyaman. Jadi dirimu sendiri, dan buatlah orang lain nyaman berada di dekatmu.

Tidak menampilkan sisi negatifmu, tidak lantas membuatmu menjadi munafik. Justru menjadikan kamu sosok bijak yang mampu menghargai karakter orang lain.

Terima kasih atas waktu 😍 dan perhatiannya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

0 Response to "Mengenal Karakter Diri"

Post a Comment

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel