Puisi Ramadhan


RAMADHAN

Saat sahur berencana, melaksanakan shalat fajar yang dua, nilainya lebih baik dari dunia dan isinya. 

Namun, karena tidur terlambat, mata tak bersahabat, hingga subuh di waktu darurat dan fajar pun terlewat.

Lalu berniat dhuha, infaknya badan dan anggota badan lainnya, dan shalat memohon rizki katanya.

Namun medsos menggoda, chating sini sana, bercanda dan membuat tawa. Tak disangka, matahari di atas kepala, dan dhuha pun terlupa.

Ramadhan harus khatam, minimal satu kali paling kelam. Sekarang lewat hari ke enam, Al baqarah masih mendendam.

Ah ...
Akankah mendapat berkah? Jika Ramadhan saja banyak tingkah, apa lagi di bulan lain yang sifatnya terserah.

Terpaku, akankah Ramadhan ini sama dengan Ramadhan lalu? Diakhiri dengan penyesalan pilu

- Halaman Masjid Al Urwah Al Wustho, 11 Mei 2019 -

0 Response to "Puisi Ramadhan"

Post a Comment

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel