Prosa
#prosa
Riak Cemburu
Langit senja mulai gelap, namun arsiran merahnya masih nampak nyata menghias biru. Angin sepoi membelai daun, menggerakkan ranting. Menghadirkan simfoni alam, mengalun memanjakan netra yang memandang.
Kelabu beranjak naik semili demi semili. Menelan merah menghilangkan biru. Perlahan namun pasti, alam sajikan kelam. Pendar lampu yang mulai menyala pun tak mampu terangi langit. Ia tetap hitam.
Meraba hati, merasakan riak sendunya, kelabu mulai menyelimuti. Menghilangkan setangkup harap yang lama terbangun. Gugur bersama tetes air mata.
Kamu ....
Tak tahukah? Aku cemburu.
- Tepi Sungai Mahakam, 14 April 2013 -
0 Response to "Prosa"
Post a Comment