PENGERTIAN TABAYUN

denyar

Tabayun

"Heraaa! Kamu dukung Addin untuk menjatuhkan namaku dalam rapat pemegang saham? Kenapa?" teriak Mas Bayu, yang menerobos masuk rumahku.

Aku yang sedang membaca terkejut, majalah dalam genggaman terlepas. Hatiku berdesir, rasa tak nyaman menjalar memenuhi ruang hatiku. Membuat jantung berdetak lebih cepat dan napasku terasa lebih berat.

Rumy --anakku satu-satunya-- yang sedang disuapi Surti terkejut lalu menangis.

"Mas Bayu, ada apa, sih? Datang-datang, marah?" ucapku, mencoba menahan emosi dengan memelankan volume suara, berharap denyar di dada melunak.

"Kamu, bermanis wajah di depanku, ternyata di belakangku beda!" kata Mas Bayu. Saudara duapupu yang telah kuanggap seperti kakak sendiri, wajah putihnya tampak merah.

"Suaramu membuat Rumy takut, Mas." Kupeluk Rumy, mencoba menenangkannya. Namun, tangisnya tak jua reda. Sedangkan Surti --babby sitter Rumy-- juga tampak ketakutan.

"Kita bersama sejak kecil, Hera. Kamu tahu siapa Aku, bagaimana Aku. Apa yang tak kulakukan demi memajukan perusahaan ayahmu. Kok, bisa kamu tak percaya, malah mendukung Addin yang menjatuhkan namaku pada rapat pemegang saham kemarin. Kamu jahat!" Mas Bayu terduduk, napasnya tersenggal dan dadanya turun naik.

Direktur Marketing di perusahaan eksport olahan hasil laut milik keluargaku itu, tampak terpukul … entah informasi apa yang diterimanya.

Papa meninggalkan sebuah perusahaan yang cukup besar kepada kami, dua anaknya. Kak Hero --kakakku satu-satunya-- yang sekarang memegang kendali utama, dan aku di posisi sebagai wakil presiden direktur.

Kami meminta banyak saudara untuk bekerja di sana. Namun, perbedaan karakter, sering memicu terjadinya perbedaan pendapat. Belum lagi, kami harus menghadapi orang-orang yang kadang melakukan berbagai cara untuk meraih obsesinya.

"Sur, ambilin pakde minum!" perintahku pada Surti, sekaligus memberi kesempatan padanya, pergi dari ruangan ini.

Kugendong Rumy, lalu melangkah menuju deretan sofa dan duduk persis di depan Mas Bayu. Kami hanya dibatasi sebuah meja jati besar dengan bagian atasnya berlapis kaca tebal.

"Mas, rapat kemarin aku tak hadir, Rumy sakit," ucapku pelan.

Mas Bayu tampak terkejut, wajahnya menatapku lekat.

"Entah siapa yang menghasutmu, Mas, hingga jadi penuh curiga. Kalau kami tak percaya, untuk apa Kak Hero menempatkanmu di kursi Direktur Marketing?"

"Lalu …." Kalimat Mas Bayu menggantung, sepertinya beliau mulai sadar jika ada sesuatu yang tak beres.

"Mas … selalulah berprasangka baik pada kami dan jagalah komunikasi! Kecurigaan yang muncul tersebab fitnah, bisa memberi kesempatan musuh menusuk kita dari belakang."


Kita sebagai umat muslim, dilarang Allah untuk berprasangka. Firman-Nya dalam surat Alhujurat ayat 12:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّ ۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا ۗ اَ يُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّا بٌ رَّحِيْمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12)

Apa yang harus kita lakukan jika muncul prasangka? Tabayun-lah!

Apa itu tabayyun? Teliti lebih dulu kebenaran info yang kita dapat, lalu komunikasikan langsung kepada yang bersangkutan dengan cara yang ahsan (paling baik).

Jangan sampai kita termakan fitnah dan menimpakan bahaya pada seseorang, yang dapat kita sesali di masa yang akan datang.

Fitnah dikatakan lebih kejam dari pembunuhan, karena membunuh hanya menyebabkan hilangnya satu nyawa, sedangkan fitnah bisa merusak hubungan keluarga dan musnahnya sebuah generasi.


Sehubungan dengan klarifikasi yang saya buat di KPFI, tentang PROMA ARRA beberapa hari yang lalu Dengan ini saya sampaikan bahwa hubungan saya dengan Mas @Bagaskara sudah baik-baik saja.

Apapun yang terjadi kemarin tidak lebih dari sekedar kesalahpahaman dalam menerima sebuah imformasi.

Semoga dengan kejadian ini, kita bisa memetik hikmah, bahwa tidak satu pun masalah yang tidak bisa diselesaikan, asal bisa membangun komunikasi terbuka dan kedewasaan dari kedua belah pihak.

Akhir kata, terima kasih kepada adekku @khairul, yang telah menjadi penghubung terbukanya kembali komunikasi saya dengan Mas Bagas. Terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendoakan dan mensupport saya.

  • Langit di atas Laut Jawa, 17 Nopember 2019 -

0 Response to "PENGERTIAN TABAYUN"

Post a Comment

Popular Posts

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel