Agresifitas Non Verbal
13 Des 2021
Seminar Sajak Senja Cianjur
Assalamualaikum
Met malam
Salam jumpa lagi dengan Mommy-nya anak Senja. Emak-emak putri tiga, yang sekarang berprofesi sebagai ibu rumah tangga elit, hehehe.
Yang belum kenal, boleh koo kenalan, tapi kenalannya di ruang privacy aja, yaa. Biar mesra gituuu. Kalo dah mesra, siapa tahu kamu mau kirim Mommy hadiah.
Cukup kenalannya. Kita langsung masuk ke materi yang diamanahi ke Mommy, yaa
Perangai Bersikap Bijak dalam Literasi
Seperti biasa, Mom selalu bermasalah sama judul, hehe ...
Sudah sempat diskusi panjang lebar sama founder SS Cianjur, dan beliau menyerahkan ke Mommy, enaknya bahas apa yang berkaitan dengan bersikap bijak dalam dunia tulis menulis.
Nah, Mom ingin kita fokus ke satu perilaku yang sering kita lakukan, bahkan kadang sengaja. Yaitu, melakukan agresifitas tulisan.
Bingung, ya? Kesian, deeh ....
Makanya kita bahas sekarang!
Agresifitas yang Mom maksud di sini bukan agresif cam kamu pdkt ma orang tua dari gadis yang pengen kamu lamar, ya!
Atau agresif pada saat menjadi salah satu personil tim sepak bola. Itu mah agresif yang positif.
Yang Mom maksud adalah agresifitas dalam ilmu perilaku manusia.
Sekarang kita bahas dulu, apa pengertian Agresifitas?
Diambil dari Google search engine, agresifitas adalah perilaku verbal atau fsik yang bertujuan untuk menyakiti orang lain menurut Widyastuti (2014:116).
Myers (dalam Zahri dan Savira, 2017:4) mendefinisikan agresi sebagai perilaku fisik atau verbal yang dimaksudkan untuk menyebabkan kerusakan.
Sedangkan dalam kamus lengkap psikologi, agresifitas adalah:
1. Perilaku yang dibiasakan untuk memamerkan permusuhan
2. Pernyataan diri yang tegas dengan maksud menonjolkan diri, penuntutan dan pemaksaan diri
3. Dominasi sosial, kekuatan sosial, khususnya yang diterapkan secara ekstrim
Jadi dalam ilmu perilaku, agresifitas itu semua berposisi negatif, dan bisa memberi efek buruk bagi pelaku mau pun yang menerima perilaku agresif.
Biasanya kalau Mom belajar agresif, itu larinya ke agresifitas verbal atau fisik aja. Contohnya:
Verbal: mengejek, membuly, mencemooh, dan sebangsanya
Fisik: mendorong, memukul, menoyor, dan sebangsanya
Naah, saat ini Mom mau membahas agresifitas dari sisi tulisan. Bisakah tulisan menjadi sarana melakukan sesuatu yang menyakitkan? Membuly misalnya?
Biasakah dengan tulisan kita mengintimidasi orang lain?
Bisakah dengan tulisan kita menyebarkan rasa permusuhan, benci, dan sebangsanya?
Ada yang mau kasih pendapat?
Mom buka grup selama 10 menit, yaaa. Silakan tuliskan pendapatmu, termasuk siapa tahu ada yang mau testimoni, pernahkah kamu melakukan atau menjadi korban agrsifitas tulisan.
Pernah dengar kasus artis Korea bunuh diri akibat komentar buruk netizen?
Bukti bahwa kata-kata yang dituliskan, bisa begitu kuat mempengaruhi jiwa seseorang
Untuk yang senang menulis cerpen ....
Masih ingat kaidah show and tell? Bagaimana kaidah tersebut, bisa membuat pembaca terlarut dengan kisah yang kita tulis.
Yap, begitu luar biasanya efek tulisan ....
Padahal tulisan tak ada intonasinya.
Justru itu, karena tak ada intonasi, maka bahasa tulisan diintonasikan sesuai dengan pola pikiran pembacanya. Dan pola pikiran tersebut ... bergantung pada kondisi perasaannya atau jiwanya.
Kalimat: "Kamu bertele-tele, deh."
Bisa diartikan berbeda oleh orang yang berbeda, tergantung kondisi perasaannya pada saat itu.
Bisa dibaca dengan nada kesal, marah, bercanda, ngeledek, dan lainnya.
Jadi apa yang terjadi, jika seseorang mengeluh di sosmed, lalu ratusan orang hadir di kolom komentar ... bukan untuk menghiburnya, tapi menghakimi dengan kalimat-kalimat yang seolah-olah positif.
"Makanya banyak ibadah, Dek."
"Ngadu pada Allah, bukan pada sosmed."
Kalimat itu saja sudah bisa bikin si Ts kenal mental. Dari mana kita tahu, kalau beliau jarang ibadah? Dari mana kita tahu kalau dia belum ngadu sama Allah?
Apalag jadinya kalau komentarnya seperti ini:
"Emang lo doang yang menderita?"
"Lebaaay! Masih banyak orang yang lebih susah dari pada, lo."
Apa efeknya?
Intinya benar yang Rasul bilang, "Bicaralah yang benar, atau diam!"
Jadi kalau di sosmed, "Menulislah yang baik, atau diam!"
See Youuu 😍😍
0 Response to "Agresifitas Non Verbal"
Post a Comment