Memberi Jiwa pada Cerpen
Girls Rhymes Seminar
"Membuat Cerita Lebih Hidup Lewat Pengembangan Narasi"
Senin, 22 Nov 2021
Assalamualaikum, Gaess. Met malam. Semoga semua sehat, bahagia dan ga pernah kekurangan apapun.
Salam sayang yang sudah kenal, salam kenal yang baru pertama kali ketemu. Kenalan, yuks. Mommy Vhe, Ummi dari 3 putri, Mommy dari ribuan anak senja. Senang membaca, menulis, dan traveling, dan ga senang dibohongi, di-php, sama diambegin kelamaan.
Kenalannya cukup. Masuk ke materi, ya ....
Soal judul, koo Mommy ribet, ya? Keknya cukup dengan "Membuat Cerita Lebih Hidup", rasanya lebih simple, yaaa.
Ingat, menghidupkan cerita tak hanya lewat narasi.
Apakah "cerita yang hidup" itu?
Buat Mommy, cerita yang hidup adalah cerita yang bisa membawa pembacanya seolah-olah menjadi bagian dari cerita tersebut. Bisa membuat pembaca ikut merasakan apa yang dirasakan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita.
Nah, untuk kategori cerita yang hidup pun, kadang tergantung kategori pembacanya. Berkaca sama diri Mommy aja, sii. Semakin sering kita membaca, semakin naik standart bacaan kita.
Kalau emak-emak yang sibuk di dapur, yang cuma butuh hiburan, kadang bahasa sederhana dengan kisah yang simple tanpa konflik pun mereka merasa cerita itu hidup.
Orang yang baru masuk dunia literasi, akan berbeda standartnya tentang kategori "cerita yang hidup" dengan orang yang sudah lama. Dan, akan berbeda dengan orang yang sudah menjadikan literasi sebagai dunianya.
Mommy juga bukan ahli, ya. Bukan lulusan Fakultas Sastra, bukan juga orang yang mendedikasi banyak waktu untuk literasi. Kita ini sama ... sama-sama belajar. Semoga yang Mom pelajari duluan ini, bisa bermanfaat, yaa.
Lanjuuuttt ....
Bagaimana cara membuat cerita menjadi lebih hidup?
1. Setelah menemukan ide, membuat premis dan outline dengan alur yang runut, pastikan tokoh kita adalah tokoh yang sesuai dengan genre dan isi cerita.
Artinya, kita mau memunculkan tokoh seperti apa, pastikan karakternya pas. Tidak mungkin kita ingin memunculkan tokoh patriotik dengan karakter keperempuan-perempuanan.
Dan, karakter yang disematkan haruslah istiqomah sampai akhir cerita. Jangan menuliskan jika si Riva sosok yang egois, lalu dalam satu scene menceritakan Riva dengan mudahnya mengalah
Jadi buat Mom ....
Paling pertama point dari menulis cerpen adalah ide orisinalnya. Jangan sekali2 menjiplak. Meniru boleh, tapi kemudian kembangkan dengan idemu sendiri
2. Tulislah cerita yang masuk akal. Bahkan kisah cinderella pun masuk akal untuk sebuah cerita bergenre dongeng. Cerita dengan kalimat2 bagus, ternyata sampai di tengah terasa aneh, itu akan sangat mengganggu. Maka lalukan riset sebelum menuliskan cerita
Misalnya seorang penderita HIV Aids yang sembuh total dengan terapi obat. Lalu menikah dan hidup bahagia dengan banyak anak. Ini jelas cacat logika.
Kalau saat ini di KNSS, sedang bicarakan premis dan outline; Kebayang sebuah cerita gadis dusun yang ingin sekolah tinggi, lalu bertemu dengan pemuda ganteng yang jatuh hati padanya ... dan akhirnya si gadis bisa meraih cita2
Logis, ga?
Yaaaa ... logis, siii, tapi dongeng banget. Kaga ada konflik, braayy. Terus apa yang mau dirasakan sama pembaca?
3. Penggunaan diksi yang pas; bermain secukupnya dalam penggunaan show n tell pada narasi dan secukupnya dalam penggunaan bahasa awam dalam dialog.
Beberapa penulis berlebihan dalam penggunaan showing, hingga menimbulkan rasa bosan. Dan, sebagian lagi memilih hanya telling untuk membuat ceritanya tidak bertele-tele. Padahal, dengan meramu show and tell dengan baik, kita bisa mengajak pembaca merasakan apa yang dirasakan tokoh.
Apakah Showing and Telling?
Showing: menjelaskan
Telling: mengatakan
Pada beberapa kalimat narasi, ada saatnya kita memilih menjelaskan dari pada mengatakan. Contoh:
Fokus: tokoh melihat pasangannya selingkuh
Telling:
Jelang tengah malam, mobil yang dicarter Teddy berhenti di depan rumah kontrakannya. Setelah membayar, Teddy turun dan langsung membuka pintu kayu rendah yang membatasi halaman dengan jalan.
Melangkah menuju teras, telinga Teddy menangkap suara-suara aneh dari kamar yang jendelanya menghadap ke halaman. Dengan heran, ditempelkan telinganya, dan suara-suara aneh itu berubah menjadi desahan dan rintihan penuh gairah. Teddy marah lalu berteriak.
Showing:
Jelang tengah malam, mobil yang dicarter Teddy berhenti di depan rumah kontrakannya. Setelah membayar, Teddy turun dan langsung membuka pintu kayu rendah yang membatasi halaman dengan jalan.
Melangkah menuju teras, telinga Teddy menangkap suara-suara aneh dari kamar yang jendelanya menghadap ke halaman. Dengan heran, ditempelkan telinganya, dan suara-suara aneh itu berubah menjadi desahan dan rintihan penuh gairah.
Wajah Teddy berubah tegang, tangannya mengepal, napas berat, dan Teddy merasa seolah-olah ada sesuatu yang ingin meledak di dadanya.
Lalu apa maksud dari bahasa awam?
Bahasa yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Alangkah kakunya jika seluruh dialog dalam cerita kita, menggunakan bahasa dengan tata bahasa yang benar, bahkan percakapan dengan teman sebaya sekali pun.
"Hai Ani, apa kabar pagi ini? Maukah engkau menemaniku ke kantin?"
"Aaannn, sehat, lo? Ke kantin, yuk ... gue traktir deh."
Mana yang lebih asyik?
4. Terakhir, tehnis penulisan. Benar atau salahnya tehnis penulisan, untuk sebagian orang tidak mengganggu jiwa dari cerita, tapi untuk sebagian yang lainnya sangat mengganggu.
Lalu kita pilih yang mana?
Karena kita ga bakal tahu bagaimana karakter pembaca kita, mari kita cari aman. Menulislah dengan kaidah yang benar!
Okeh, itu sedikit yang Mom pahami, semoga bermanfaat buat semua, dan jadi amal jariyah buat Mommy. Kalau ada yang salah, Mom minta maaf, yaaa.
Wassalamualaikum, selamat malaaamm.
Samarinda, 22 Nov 2021
0 Response to "Memberi Jiwa pada Cerpen"
Post a Comment